January 11, 2019
October 20, 2018
Aku Kecewa Dengan IPNU!
October 20, 2018Ica Annajmussaqib Perkenalkan, namaku Ica Annajmussaqib, seorang CBP dari Kabupaten Magelang. Aku menemukan kebahagiaanku sebagai seora...
| Ica Annajmussaqib |
Perkenalkan, namaku Ica Annajmussaqib, seorang CBP dari Kabupaten Magelang. Aku menemukan kebahagiaanku sebagai seorang pelajar di organisasi IPNU ini, khususnya Corps Brigade Pembangunan. Salah satu hal yang kusukai dari IPNU ini adalah ke-netral-annya yang tak perlu diragukan karena ini adalah organisasi pelajar, jadi tak boleh terbawa kepentingan politik manapun walau itu berasal dari kepentingan Partai dari NU sekalipun.
Tahun ini, suasana politik di Indonesia memang mulai memanas. Banyak beredar berita hoax disebarkan demi sebuah kepentinga, banyak orang – orang berubah jadi baik sebagai pencitraan demi sebuah kekuasaan di negriku ini. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli ketika melihat berita tentang politik seperti ini, tapi beberapa hari lalu aku mendapatkan berita yang cukup mengejutkan.
Berita tersebut menyebutkan bahwa banyak elit di PP (Pimpinan Pusat) IPNU yang ikut nyaleg. Kemudian aku mencari berita lagi untuk memastikan kebenaran kabar ini, bahkan di beberapa media menyebutkan bahwa Ketua Umum PP IPNU saja juga nyaleg. Whats?!
![]() |
| Kongres IPNU 2015 | src : PAC IPNU & IPPNU Ngronggot |
Padahal pada PD/PRT IPNU yang dirembug tahun 2015 lalu di Boyolali menyebutkan bahwa setiap kader IPNU yang melaju dalam politik praktis mesti mengangkat pantatnya dari kursi jabatan yang didudukinya. Pertanyaannya adalah, mereka yang pada nyaleg sudah mundur belum? Atau karena sebentar lagi bakal diselenggarakan Kongres IPNU di Kalimantan membuat mereka yang sudah nyaleg enggan mengangkat pantatnya dari IPNU karena nanggung? Entahlah, akan kucari tahu lagi lebih mendalam lagi.
Aku kecewa dengan IPNU, aku kecewa dengan mereka memanfaatkan IPNU sebagai jalan untuk melaju dalam politik praktis dengan berbagai kepentingannya, aku benar – benar kecewa. Aku harap, kalian para kader IPNU yang nyaleg bisa meneladani sikap Mbah Ma’ruf Amin yang langsung meninggalkan jabatannya sebagai Rais Aam PBNU setelah terpilih sebagai Calon Wakil Presiden. IPNU itu adalah cerminan NU di tingkat pelajar.
![]() |
| KH. Ma'ruf Amin | src : kumparan.com |
Meski kenyataannya begini, aku harap para caleg itu tidak membawa kepentingannya kedalam IPNU. Ingat, ini adalah organisasi pelajar bukan tempat untuk melakukan politik praktis.
Mohon maaf jika masih banyak hal yang belum kuketahui, aku hanya menyampaikan perasaanku sekarang. Aku sayang dengan organisasiku, aku tak mau organisasi ini ditunggangi kepentingan suatu pihak.
September 13, 2017
Saudaraku, Kenapa Kau Memanggilku Akhi?
September 13, 2017Ukhty cantik sekali... (ytimg.com) Aku memiliki banyak teman, teman laki - laki banyak apalagi teman perempuan. Aku juga memiliki bebe...
![]() |
| Ukhty cantik sekali... (ytimg.com) |
Aku memiliki banyak teman, teman laki - laki banyak apalagi teman perempuan. Aku juga memiliki beberapa teman yang sedang melakukan hijrah agar menjadi lebih baik. Mayoritas temanku yang melakukan hijrah itu adalah kaum hawa.
Teman - teman perempuanku yang hijrah itu biasanya akan menggunakan busana ya sangat tertutup seperti cadar contohnya. Memang cadar menjadi hal yang cukup tabu di negri ini karena cadar sendiri memang bukan berasal dari Indonesia. Tapi bagiku, itu tak masalah karena mempunyai tujuan yang baik.
Selain busana tertutup, mereka juga akan mulai menutup diri dari dunia luar, terutama dari laki - laki yang bukan muhrimnya. Gaya berbicara mereka sedikit demi sedikit juga berubah. Kata - kata seperti Ukhti, Akhi, Afwan dan lainnya akan hadir ketika berbincang - bincang dengan teman - temanku ini.
Aku juga sering berbincang - bincang dengan temanku yang sedang berhijrah ini. Dia adalah seorang pelajar yang tinggal di daerah Ibukota. Dia selalu memanggilku dengan sebutan "Akhi".
Entah kenapa aku suka merasa tidak nyaman ketika dipanggil dengan sebutan itu. Maklum saja, disini aku sering dipanggil langsung dengan namaku atau ditambah beberapa sebutan seperti Mas, Kak, bahkan Pak. Apakah aku ini terlihat sangat tua sampai dipanggil pak? padahal masih ganteng dan gagah.
Sebutan "Akhi" dan "Ukhti" sebenarnya adalah budaya di Arab sana. Kebetulan Islam itu lahir di Arab sehingga agama kita ini identik dengan Arab. Tapi coba kita fikirkan, kita adalah orang Indonesia yang memiliki budaya sangat berbeda dengan Arab. Kenapa kita tidak melestarikan budaya milik kita saja?
September 10, 2017
Peringatan dari Yang Maha Mengingatkan (Part I)
September 10, 2017Ica Annajmussaqib (Qibills) Sebelum aku menuntut ilmu di STAIA Syubanul Wathon, aku pernah bekerja sebagai seorang operator di salah...
![]() |
| Ica Annajmussaqib (Qibills) |
Sebelum aku menuntut ilmu di STAIA Syubanul Wathon, aku pernah bekerja sebagai seorang operator di salah satu SPBU milik Pertamina. Aku merasa senang dan menikmati pekerjaanku disana. Sayangnya, aku mulai mencium bau kejanggalan dari pekerjaan tersebut. Kejanggalan tersebut adalah sebuah kecurangan dalam menakar BBM yang dibeli oleh para pelanggan.
Meski aku sudah mengetahui tentang kecurangan tersebut, aku justru larut dalam "permainan" yang juga dilakukan oleh rekan - rekan kerjaku. Saat itu aku tidak tidak peduli dengan haram atau halalnya uang yang kuterima dari hasil "permainan " tersebut.
Hari demi hari berlalu sejak aku bergabung dalam "permainan" tersebut. Setiap harinya aku bisa mendapatkan tambahan uang yang cukup banyak, bahkan lebih besar daripada gajiku per harinya. Aku tidak pernah berfikir untuk mengakhiri "permainan" tersebut, hingga akhirnya karrierku sebagai operator SPBU harus berakhir.
Pada tanggal 14 Desember 2016 lalu, aku mengalami sebuah musibah yang membuat pandanganku terhadap dunia menjadi berubah. Saat itu, tepatnya pukul 18.30 dimana itu adalah waktu untuk kita beribadah, aku bersiap - siap untuk pulang. Entah kenapa hari itu aku mendapat shift tengah dimana jam kerjanya dimulai pukul 10.00 sampai 18.00.
Ketika perjalanan pulang, aku ditemani dengan rintik hujan yang jatuh membasahi tubuh dan setiap sudut motorku. Aku harus berhati - hati dalam mengendalikan motor karena jalanan yang licin.
Selama perjalanan aku merasa khawatir tanpa tahu apa penyebabnya, hingga tiba - tiba mobil di depanku berhenti mendadak. Aku pun langsung menarik tuas rem sehingga menyebabkan ban motorku mengunci dan tergelincir menabrak mobil tersebut.
Aku terpental cukup jauh dari motorku hingga akhirnya terhenti di kanan jalan. Dari lawan arah, datang mobil SUV yang melaju dengan kecepatan sedang. Akhirnya, kaki kiriku terlindas mobil tersebut dan mengalami cidera yang cukup parah.
Ketika kakiku terlindas, aku tidak merasakan apapun karena dalam kondisi setengah sadar. Kesadaranku mulai pulih ketika orang - orang mengangkat mobil yang melindas kakiku dan memindahkanku. Orang - orang itu pun langsung bertanya tentang identitasku, namun aku tidak bisa menjawabnya karena kesulitan bicara. Untungnya aku membawa dompet yang di dalamnya tetdapat KTP milikku.
Setelah itu, orang - orang mulai mengangkat dan memasukkanku ke dalam mobil untuk dibawa ke Rumah Sakit Terdekat. Inilah moment yang tak bisa kulupakan karena rasa sakit luar biasa menghampiri ketika orang - orang menyentuh kakiku yang patah ini.
bersambung ke part selanjutnya...
Powered by Blogger.



